Pada awal abad XVIII beberapa rumah didirikan dibawah pohon lontar (T.A) Dari sinilah awal nama kampung awata yang berarti dibawah pohon lontar juga, sekitar abad XVIII (Kerajaan ) Pembukaan lahan yang terdiri dari semak semak dipinggir seblah timur danau lapongpakka dijadikan persawahan. Disitulah satu tempat itu tumbuh pohon bila yang dapat dimakan orang kampong dinamai bila-bila, sehingga nama awata dan bila-bila merupakan nama dusun yang ada di wilayah mannagae.